Dibangun pertama kali pada masa kolonial Belanda, Stasiun Manggarai resmi dibuka pada tanggal 1 Mei 1918. Bangunan lamanya dirancang oleh arsitek Belanda terkenal, Ir. J. van Gendt, dan kini termasuk dalam kategori bangunan cagar budaya karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang khas. Dari peron lantai atas, pengunjung disuguhi pemandangan menakjubkan: hamparan gedung-gedung pencakar langit Jakarta yang berdiri megah di kejauhan, dengan langit biru senja yang memantulkan cahaya lembut di balik arsitektur perkotaan.
Desain struktur stasiun yang ramping dan terorganisir rapi, lengkap dengan jalur layang, eskalator, dan atap melengkung, menciptakan kesan futuristik yang serupa dengan stasiun-stasiun besar di Tokyo atau Osaka. Elemen beton klasik yang masih dipertahankan di beberapa bagian bangunan memberi sentuhan nostalgia, seolah menyatukan masa lalu dan masa depan dalam satu ruang perjalanan. Ketika hari mulai gelap dan lampu-lampu gedung menyala satu per satu, suasana Stasiun Manggarai berubah menjadi potret kota metropolitan yang hidup, namun tetap tenang dan tertib. Kabel-kabel listrik yang melintang di atas langit menambah kesan urban yang khas, mengingatkan pada lanskap perkotaan Jepang yang padat namun teratur.

0 Komentar